
Bang Adul sudah beberapa hari ini terlihat uring-uringan. “Gara-gara sakit gigi nih”, katanya. Maka hari ini dengan langkah bak pahlawan dan semangat ’45, pergilah ia ke dokter gigi. Sesampainya di klinik sang dokter, ia langsung mengutarakan niatnya untuk mencabut si gigi durhaka yang telah membuatnya tak bisa tidur. Sang doker hanya menanggapi dengan tersenyum dan berkata, ” Gak usah dicabut Pak, dirawat saraf aja.” Bingunglah Bang Adul dibuatnya. Ia berkata dalam hati, ” Nyang sakit gigi gue, lah kenapa jadi gue dibilang sarap???”
Bertahun-tahun lalu, gigi yang berlubang, sakit atau patah selalu dicabut. Seiring dengan kemajuan dunia kedokteran, hal itu bisa diminimalkan dengan perawatan saluran akar.
Perawatan saluran akar (PSA) memiliki banyak istilah lain, seperti perawatan saraf, “root canal treatment”, “endodontic treatment” atau biasa diterjemahkan menjadi perawatan endodontik dan disingkat menjadi perawatan endo. Kata “endo” berasal dari bahasa Yunani yang artinya “di dalam” dan “odont” yang artinya gigi.
Sebelum berbicara lebih jauh tentang PSA, lebih baik kita berkenalan dulu dengan si gigi beserta “jeroan”nya.
Gigi sebagian besar terdiri dari material yang keras yang disebut dentin. Seluruh bagian gigi yang masih dapat terlihat dengan mata telanjang disebut mahkota gigi, dengan email di permukaan terluar yang melindunginya. Bagian yang terletak di bawah batas gusi disebut akar gigi. Akar merupakan bagian yang membantu gigi untuk tetap melekat pada tulang rahang. Pada umumnya gigi depan memiliki 1 akar, sementara gigi geraham memiliki lebih dari 1 akar. baca selengkapnya artikel ini…

CABUT GIGI? PIKIR-PIKIR DULU…!
March 19, 2008
BRUKSISME – Sonata Malam yang Memilukan Hati
February 8, 2008Artikel ini ditulis Dokter Desti untuk majalah POLISI edisi Januari 2008
Vina yang baru 1 minggu menikah dengan Rudi, selalu terlihat kusut saat tiba di kantor. Usut punya usut, saat ditanya apa yang membuatnya begitu kusut, jawabnya adalah Vina baru mengetahui rahasia suaminya di tempat tidur. Rahasia apakah yang dimaksud? Saat tidur ternyata suaminya mengeluarkan bunyi “kreot-kreot” dari gigi-giginya yang begitu memilukan dan sangat mengganggu tidur Vina yang belum lagi nyenyak. Oalah…. Apakah yang dialami oleh Rudi? Kelainan tersebut bernama bruksisme. Bruksisme adalah kebiasaan buruk berupa menggertakkan gigi, menggeser-geserkan gigi atau mengatupkan gigi geligi atas dan bawah dengan tekanan yang besar. Kebiasaan ini biasanya dilakukan saat tidur, namun ada juga yang mengalaminya pada siang hari. Kapan pun munculnya, kebiasaan itu merupakan kebiasaan yang tidak disadari. Kebiasaan ini tidak mengganggu pelakunya, tetapi justru mengganggu teman tidurnya karena bunyi yang dihasilkan cukup keras. Penderita bruksisme baru menyadarinya setelah teman tidurnya memberi tahu atau dokter giginya menemukan kelainan-kelainan dalam rongga mulutnya. baca selengkapnya artikel ini






