
BRUKSISME – Sonata Malam yang Memilukan Hati
February 8, 2008Artikel ini ditulis Dokter Desti untuk majalah POLISI edisi Januari 2008
Vina yang baru 1 minggu menikah dengan Rudi, selalu terlihat kusut saat tiba di kantor. Usut punya usut, saat ditanya apa yang membuatnya begitu kusut, jawabnya adalah Vina baru mengetahui rahasia suaminya di tempat tidur. Rahasia apakah yang dimaksud? Saat tidur ternyata suaminya mengeluarkan bunyi “kreot-kreot” dari gigi-giginya yang begitu memilukan dan sangat mengganggu tidur Vina yang belum lagi nyenyak. Oalah…. Apakah yang dialami oleh Rudi? Kelainan tersebut bernama bruksisme. Bruksisme adalah kebiasaan buruk berupa menggertakkan gigi, menggeser-geserkan gigi atau mengatupkan gigi geligi atas dan bawah dengan tekanan yang besar. Kebiasaan ini biasanya dilakukan saat tidur, namun ada juga yang mengalaminya pada siang hari. Kapan pun munculnya, kebiasaan itu merupakan kebiasaan yang tidak disadari. Kebiasaan ini tidak mengganggu pelakunya, tetapi justru mengganggu teman tidurnya karena bunyi yang dihasilkan cukup keras. Penderita bruksisme baru menyadarinya setelah teman tidurnya memberi tahu atau dokter giginya menemukan kelainan-kelainan dalam rongga mulutnya. Bruksisme juga dapat terjadi pada anak-anak, namun biasanya menghilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak. Kebiasaan ini terjadi pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu ketika mimpi sedang berlangsung. Ada juga pendapat lain yang menyebutkan kebiasaan ini terjadi saat peralihan dari tidur yang dalam ke tidur yang ringan.Penyebab bruksisme belum diketahui secara pasti. Namun penyebab yang paling sering ditemukan adalah faktor emosional, seperti stres di siang hari, perasaan gemas, kecemasan, kemarahan, rasa sakit dan frustrasi. Selain itu, faktor keturunan, oklusi (cara gigi geligi rahang atas dan bawah mengatup) yang tidak normal dan gigi ompong juga diduga menyebabkan bruksisme. Selain faktor-faktor penyebab di atas, bruksisme akan diperparah jika penderitanya mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu.Bruksisme dapat memicu banyak masalah secara langsung maupun tidak langsung. Gerakan grinding (menggeser-geser gigi) dapat menyebabkan gigi sakit atau goyang, bahkan lepas. Gerakan ini sedikit demi sedikit mengikis gigi, menyebabkan permukaan gigi menjadi aus dan merusak lapisan email.Berikut ini proses kerusakan yang disebabkan oleh bruksisme. Ketika kita mengunyah makanan, tekanan yang ditimbulkan oleh gesekan gigi-geligi atas dan bawah diserap oleh makanan. Dalam keadaan tidak sadar, gerakan rahang pada penderita bruksisme menimbulkan tekanan yang jauh lebih besar daripada ketika mengunyah makanan. Seluruh tekanan yang terjadi diserap oleh gigi geligi dan jaringan penyangganya (gusi dan tulang di sekitar gigi). Tekanan yang terjadi lebih kurang 10 kali tekanan mengunyah normal. Dengan demikian bisa dibayangkan besarnya beban yang ditanggung oleh gigi-geligi dan jaringan penyangganya.Apakah anda penderita bruksisme? Kenali tanda-tandanya di dalam mulut.
Gigi-gigi belakang pada penderita bruksisme mempunyai permukaan kunyah yang datar sehingga tidak memungkinkan lagi dipakai untuk mengunyah atau menghaluskan makanan. Di leher gigi (daerah perbatasan mahkota dan akar gigi) terbentuk cekungan. Cekungan ini terjadi karena email di bagian leher gigi tipis sehingga patah ketika mendapat tekanan berlebihan. Tanda ini sering disalah- tafsirkan sebagai akibat tekanan yang terlalu kuat saat menyikat gigi.
Walaupun tanda-tanda bruksisme bisa ditemukan dalam mulut, namun seringkali penderita bruksisme tidak menyadari adanya kelainan tersebut, karena tanda-tanda klinis tersebut biasanya tidak menimbulkan keluhan yang berarti. Penderita bruksisme memerlukan waktu bertahun-tahun untuk merasakan gangguan pada dirinya sendiri. Gejalanya dapat berupa rasa sakit dan lemas pada rahang bawah atau wajah ketika bangun tidur. Ada juga yang mengeluhkan rasa sakit kepala, sakit pada sendi rahang atau telinga pada pagi hari. Gigi menjadi sensitif terhadap dingin, tekanan, dan rangsangan lain. Pada tingkat lebih lanjut, gigi bisa goyang bahkan lepas dari soket (kantung tempat gigi pada gusi). Dengan kata lain, bruksisme bekerja perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, sampai akhirnya anda merasakan gejala yang disebutkan di atas dan gigi anda mengalami kerusakan permanen.
PERAWATAN
Saat ini, tidak ada satu metode pun yang secara permanen dapat menghilangkan bruksisme. Namun, terdapat beberapa cara yang dapat mengurangi bruksisme.
- Occlusal adjustment
Perawatan yang paling mendasar seperti occlusal adjustment (mengasah bagian-bagian gigi yang terlalu tinggi atau terasa mengganjal) dapat mengurangi efek buruk bruksisme, namun cara ini tidak menghentikan kebiasaan bruksisme tersebut.
2. Biofeedback
Cara yang efektif pada orang yang melakukan kebiasaan buruk tersebut pada saat terjaga adalah alat biofeedback. Alat ini menggunakan elektroda yang ditempelkan di permukaan otot masseter (salah satu otot pengunyahan). Aktivitas dari otot ini akan diubah menjadi suara dan diperkuat lalu diukur dengan satuan meter. Dengan cara ini, pasien dapat mengetahui level dari aktivitas otot yang dimilikinya (biasanya meningkat tanpa disadari), kemudian diberikan instruksi bagaimana cara menguranginya. Metode standar yang sering dilakukan adalah relaksasi otot pengunyahan hingga mencapai level yang paling aman. Metode ini dilakukan di klinik hingga 6-8 kali latihanselama kira-kira 20 menit sehingga dapat meningkatkan kepekaan pasien dalam memperkirakan level aktivitas otot yang terlalu kuat. Kemudian, metode relaksasi yang telah dipelajari di klinik mulai dipraktekkan setiap hari di lingkungan masing-masing walau tanpa peralatan biofeedback.
Selain peralatan yang terdapat di klinik tersebut, terdapat juga alat portable biofeedback. Alat ini berbentuk seperti walkman dan digunakan sehari-hari. Alat tersebut menghasilkan suara apabila mendeteksi adanya peningkatan aktivitas otot masseter atau temporalis yang dapat menimbulkan bruksisme.
3. Mouth guard
Pada bruksisme yang terjadi saat tidur, lebih efektif bila menggunakan mouth guard. Mouth guard atau mouth protector adalah suatu alat dari plastik yang mencegah beradunya gigi-gigi atas dengan gigi-gigi bawah saat tidur. Ada juga yang berbentuk plat yang menutupi permukaan kunyah seluruh gigi, untuk mengurangi besarnya tekanan akibat bruksisme terhadap gigi-geligi yang dilindungi. Plat ini tentu saja tidak akan menghilangkan kebiasaan menggertakkan gigi. Mouth guard ada yang buatan pabrik (bentuk standar) dan ada yang custom-made, dibuat sesuai bentuk masing-masing rahang dan berbeda-beda pada setiap orang. Semua tipe memiliki fungsi sama yaitu melindungi gigi, namun bervariasi dalam kenyamanan dan harga.
Mouth guard terbuat dari bahan yang tidak mudah sobek, dan nyaman saat dipakai. Bentuknya pas menutupi gigi-gigi yang dilindunginya, mudah dibersihkan, dan tidak mengganggu saat bicara atau bernapas. Umumnya mouthguard dibuat hanya pada rahang atas, namun pada kasus tertentu bisa saja dibuatkan pada rahang bawah. Dokter gigi anda akan menentukan yang mana yang lebih cocok pada kasus anda.
Cara merawat mouthguard sangat mudah. Sebelum dan sesudah pemakaian, bilas dengan menggunakan air dingin atau obat kumur. Sesekali bersihkan mouthguard dengan menggunakan air sabun kemudian bilas sampai bersih. Tempatkan mouthguard dalam tempat khusus (biasanya juga direkomendasikan oleh dokter gigi untuk menyimpan gigi palsu atau kawat gigi lepasan), yang memiliki lubang kecil untuk sirkulasi udara supaya mouthguard tidak lembab dan cepat rusak. Untuk menghindari perubahan bentuk atau pemuaian mouthguard, hindari suhu panas, termasuk air panas, permukaan yang panas atau sinar matahari langsung.
Seiring dengan lamanya pemakaian, mouthguard akan menjadi aus, sehingga tidak efektif lagi. Bila mouthguard sudah berlubang, sobek atau longgar, alat ini tidak lagi berguna, justru dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan gusi di sekelilingnya. Cek kondisi mouthguard secara teratur dan bila sudah tidak memadai gantilah dengan yang baru.
4. Manajemen stres
Bila penyebab bruxism anda adalah stres, maka anda harus mencari cara untuk menenangkan diri! Fisioterapi, obat penenang otot, konsultasi dan latihan secara teratur dapat mengurangi ketegangan.
Tips-tips berikut ini dapat membantu mencegah terulangnya bruksisme:
- Untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, tempatkan memo-memo kecil di dalam rumah, atau coba mengucapkan berkali-kali kalimat yang dapat menenangkan anda
- Untuk menenangkan otot-otot yang tegang, tempelkan kain atau handuk hangat pada daerah tersebut
- Untuk mengurangi stres, kurangi mengkonsumsi kafein, mandilah dengan air hangat dan manjakan diri anda sendiri
Bila kerusakan sudah terlanjur terjadi, anda tidak perlu khawatir. Gigi yang sudah aus dapat dibentuk kembali dengan pemasangan crown (sarung gigi) atau dengan penambalan.
Jadi, apakah anda termasuk salah satu penderita bruksisme? Bila anda sering merasakan sakit di sekitar wajah, otot wajah terasa pegal, maka anda membutuhkan bantuan ahli. Konsultasikan pada dokter gigi anda untuk mengetahui apakah keluhan tersebut disebabkan bruxism.
Drg. Andhesti Nurvanita
LADOKGI TNI AL R. E. Martadinata






