
CABUT GIGI? PIKIR-PIKIR DULU…!
March 19, 2008
Bang Adul sudah beberapa hari ini terlihat uring-uringan. “Gara-gara sakit gigi nih”, katanya. Maka hari ini dengan langkah bak pahlawan dan semangat ’45, pergilah ia ke dokter gigi. Sesampainya di klinik sang dokter, ia langsung mengutarakan niatnya untuk mencabut si gigi durhaka yang telah membuatnya tak bisa tidur. Sang doker hanya menanggapi dengan tersenyum dan berkata, ” Gak usah dicabut Pak, dirawat saraf aja.” Bingunglah Bang Adul dibuatnya. Ia berkata dalam hati, ” Nyang sakit gigi gue, lah kenapa jadi gue dibilang sarap???”
Bertahun-tahun lalu, gigi yang berlubang, sakit atau patah selalu dicabut. Seiring dengan kemajuan dunia kedokteran, hal itu bisa diminimalkan dengan perawatan saluran akar.
Perawatan saluran akar (PSA) memiliki banyak istilah lain, seperti perawatan saraf, “root canal treatment”, “endodontic treatment” atau biasa diterjemahkan menjadi perawatan endodontik dan disingkat menjadi perawatan endo. Kata “endo” berasal dari bahasa Yunani yang artinya “di dalam” dan “odont” yang artinya gigi.
Sebelum berbicara lebih jauh tentang PSA, lebih baik kita berkenalan dulu dengan si gigi beserta “jeroan”nya.
Gigi sebagian besar terdiri dari material yang keras yang disebut dentin. Seluruh bagian gigi yang masih dapat terlihat dengan mata telanjang disebut mahkota gigi, dengan email di permukaan terluar yang melindunginya. Bagian yang terletak di bawah batas gusi disebut akar gigi. Akar merupakan bagian yang membantu gigi untuk tetap melekat pada tulang rahang. Pada umumnya gigi depan memiliki 1 akar, sementara gigi geraham memiliki lebih dari 1 akar.

Pulpa itu apa sih?
Dalam gigi terdapat kamar pulpa, Pulpa adalah jaringan lunak yang terdiri dari pembuluh darah dan saraf, yang menyuplai oksigen dan nutrisi untuk gigi, serta berperan dalam menghasilkan kepekaan gigi. Fungsi utama pulpa adalah mengatur pertumbuhan dan perkembangan gigi. Pulpa terletak memanjang dari atap kamar pulpa sampai ujung saluran akar.
Kamar pulpa adalah suatu ruang dalam gigi yang letaknya di antara dasar kamar pulpa dan atap pulpa, dan bentuknya sesuai dengan bentuk luar dari mahkota gigi baik dilihat dari arah depan maupun samping. Dengan bertambahnya usia seseorang, kamar pulpa akan semakin menyempit. Apabila sudah terjadi penyempitan kamar pulpa, pembukaan kamar pulpa (tahap pertama pada PSA) akan menjadi semakin sulit.
Dalam akar terdapat saluran akar yang merupakan “rumah” dari pulpa di bagian akar. Puncak dari saluran akar disebut orifis. Saluran akar membentang dari orifis sampai ujung akar. Pada umumnya saluran akar bentuknya selalu membengkok. Pembengkokan saluran akar sering tidak diketahui/ terlihat pada hasil roentgen karena gambaran roentgen adalah gambar dua dimensi sehingga keakuratannya tidaklah sempurna. Misalnya, saluran akar gigi geraham bengkok ke arah lidah. Roentgen diambil dari arah luar (pipi), maka pada hasil roentgen terlihat seolah-olah saluran akar lurus, bukan? Kebengkokannya baru akan terlihat bila roentgen diambil dari arah depan/ muka, namun hal ini tidaklah mungkin dilakukan, karena hasilnya akan menjadi gambar gigi yang tumpang tindih.
Pulpa dalam gigi sewaktu-waktu dapat terkena infeksi atau radang. Pemicu hal ini antara lain lubang yang sudah dalam, proses lubang yang berlanjut di bawah tambalan, kebiasaan mengerot-ngerot saat tidur (bruxisme), perokok (menurut penelitian lebih sering menderita masalah pada gigi yang membutuhkan penanganan berupa PSA), peradangan gusi parah, tindakan penambalan yang berulang-ulang pada gigi, “crack” atau keretakan pada gigi, serta trauma (misalnya gigi terbentur karena kecelakaan).
Walaupun secara visual tidak terdapat kerusakan (misalkan pada “crack” yang halus), namun hal-hal di atas dapat menghancurkan lapisan pelindung pulpa sehingga bakteri dapat masuk. Bakteri kemudian dapat keluar dari ujung akar dan menimbulkan infeksi pada tulang dan gusi di sekitar akar gigi. Bila pulpa yang telah terinfeksi tidak diobati maka dapat menimbulkan sakit dan akan terbentuk nanah.
PSA dibutuhkan karena dapat membuang pulpa dan bakteri yang menyebabkan infeksi, sehingga tulang di sekitar gigi dapat sehat kembali dan sakit gigi pun hilang.
Gejala-gejala gigi yang membutuhkan perawatan yaitu: sakit sepanjang waktu, selalu sensitif terhadap panas atau dingin, sakit saat mengunyah atau bila disentuh, gigi goyang, gusi bengkak, diskolorasi (perubahan warna) gigi, pipi bengkak dan adanya jerawat kecil berwarna putih di gusi yang mengeluarkan nanah. Bagaimana pun, terkadang ada juga kasus yang tidak terdapat gejala-gejala tersebut sama sekali.
Bila satu atau lebih gejala tersebut terjadi pada anda, bisa jadi anda membutuhkan perawatan saluran akar.
Pencabutan belum tentu menyelesaikan masalah
Bila gigi yang sakit dicabut, gigi-gigi di sebelahnya akan bergeser sehingga mengganggu gigitan dan pengunyahan. Gigi yang hilang bisa saja diganti dengan gigi palsu, tapi rasanya tidak akan bisa senyaman gigi asli, khususnya saat dipakai menggigit dan mengunyah makanan.
Perawatan saluran akar adalah perawatan yang dilakukan dengan mengangkat jaringan pulpa yang telah terinfeksi dari kamar pulpa dan saluran akar, kemudian diisi padat oleh bahan pengisi saluran akar agar tidak terjadi kelainan lebih lanjut atau infeksi ulang. Tujuannya adalah untuk mempertahankan gigi selama mungkin di dalam rahang, sehingga fungsi dan bentuk lengkung gigi tetap baik.
Perawatan saluran akar membutuhkan ketelatenan sehingga seringkali membutuhkan lebih dari 1 kunjungan, bervariasi tergantung kasusnya. Tahapan PSA adalah sebagai berikut:
- Tahap 1

Mahkota gigi di-bur untuk mendapatkan jalan masuk ke kamar pulpa. Semua tambalan dan jaringan rusak pada gigi (karies) dibuang.
- Tahap 2

Pulpa dikeluarkan dari kamar pulpa dan saluran akar. Suatu instrumen kecil yang disebut “file” digunakan untuk membersihkan saluran akar. Gigi ditutup dengan tambalan sementara untuk melindungi kamar pulpa dan saluran akar agar tetap bersih. Tambalan sementara akan dibongkar pada kunjungan selanjutnya.
- Tahap 3
Saluran akar diisi dan dibuat kedap dengan suatu bahan yang mencegah bakteri masuk. Kamar pulpa sampai dengan permukaan mahkota gigi ditutup dengan tambalan sementara.
- Tahap 4

Tambalan sementara dibongkar dan diganti dengan tambalan tetap atau dibuatkan “crown” (sarung gigi).
- Tahap 5
Saluran akar, tambalan tetap, atau “crown” dievaluasi untuk melihat ada/ tidaknya masalah. Setelah PSA selesai, gigi akan disuplai nutrisinya oleh tulang dan gusi di sekitarnya.
Dalam masa Perawatan Saluran Akar (PSA) gigi, adakalanya gigi mengalami rasa sakit, bisa karena saraf pulpa belum seluruhnya mati, bisa juga karena pembersihan yang belum selesai. Bila gigi mempunyai akar yang bengkok, maka tingkat kesulitan pembersihan saluran akar lebih tinggi daripada saluran akar yang normal lurus. Belum lagi bila saluran akar utama mempunyai cabang-cabang. Oleh karena itu PSA kadang bisa gagal karena faktor-faktor di atas.
Jadi, bila anda merasa malas untuk bolak-balik menjalani PSA dan mempertimbangkan faktor kegagalannya, boleh saja si gigi durhaka dicabut. Namun hal penting yang harus diingat, gigi yang sudah “wafat” harus segera dibuatkan gigi palsu agar gigi-gigi di sebelahnya tidak bergeser.






Oke neh penjelasannya. Jadi pingin ke dokter gigi. Tadinya ogah, takut diusulin dicabut aja.