<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>GAK CUMA TENTANG GIGI LO!</title>
	<atom:link href="http://dokterandhesti.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dokterandhesti.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Mar 2008 10:09:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dokterandhesti.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>GAK CUMA TENTANG GIGI LO!</title>
		<link>http://dokterandhesti.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dokterandhesti.wordpress.com/osd.xml" title="GAK CUMA TENTANG GIGI LO!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dokterandhesti.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>CABUT GIGI? PIKIR-PIKIR DULU&#8230;!</title>
		<link>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/03/19/cabut-gigi-pikir-pikir-dulu/</link>
		<comments>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/03/19/cabut-gigi-pikir-pikir-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 10:08:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eftianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dokterandhesti.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Bang Adul sudah beberapa hari ini terlihat uring-uringan. &#8220;Gara-gara sakit gigi nih&#8221;, katanya. Maka hari ini dengan langkah bak pahlawan dan semangat &#8217;45, pergilah ia ke dokter gigi. Sesampainya di klinik sang dokter, ia langsung mengutarakan niatnya untuk mencabut si gigi durhaka yang telah membuatnya tak bisa tidur. Sang doker hanya menanggapi dengan tersenyum dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterandhesti.wordpress.com&amp;blog=2804874&amp;post=19&amp;subd=dokterandhesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/hi-res.jpg" title="hi-res.jpg"><img src="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/hi-res.jpg?w=262&#038;h=317" alt="hi-res.jpg" align="left" height="317" width="262" /></a><br />
Bang Adul sudah beberapa hari ini terlihat uring-uringan. &#8220;Gara-gara sakit gigi nih&#8221;, katanya. Maka hari ini dengan langkah bak pahlawan dan semangat &#8217;45, pergilah ia ke dokter gigi. Sesampainya di klinik sang dokter, ia langsung mengutarakan niatnya untuk mencabut si gigi durhaka yang telah membuatnya tak bisa tidur. Sang doker hanya menanggapi dengan tersenyum dan berkata, &#8221; Gak usah dicabut Pak, dirawat saraf aja.&#8221;  Bingunglah Bang Adul dibuatnya. Ia berkata dalam hati, &#8221; Nyang sakit gigi gue, lah kenapa jadi gue dibilang sarap???&#8221;<br />
Bertahun-tahun lalu, gigi yang berlubang, sakit atau patah selalu dicabut. Seiring dengan  kemajuan dunia kedokteran, hal itu bisa diminimalkan dengan perawatan saluran akar.<br />
Perawatan saluran akar (PSA) memiliki banyak istilah lain, seperti perawatan saraf, &#8220;root canal treatment&#8221;, &#8220;endodontic treatment&#8221; atau biasa diterjemahkan menjadi perawatan endodontik dan disingkat menjadi perawatan endo. Kata &#8220;endo&#8221; berasal dari bahasa Yunani yang artinya &#8220;di dalam&#8221; dan &#8220;odont&#8221; yang artinya gigi.<br />
Sebelum berbicara lebih jauh tentang PSA, lebih baik kita berkenalan dulu dengan si gigi beserta &#8220;jeroan&#8221;nya.<br />
Gigi sebagian besar terdiri dari material yang keras yang disebut dentin. Seluruh bagian gigi yang masih dapat terlihat dengan mata telanjang disebut mahkota gigi, dengan email di permukaan terluar yang melindunginya. Bagian yang terletak di bawah batas gusi disebut akar gigi. Akar merupakan bagian yang membantu gigi untuk tetap melekat pada tulang rahang. Pada umumnya gigi depan memiliki 1 akar, sementara gigi geraham memiliki lebih dari 1 akar.<span id="more-19"></span></p>
<p><a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/patientendo1.jpg" title="patientendo1.jpg"><img src="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/patientendo1.jpg?w=222&#038;h=230" alt="patientendo1.jpg" align="left" height="230" width="222" /></a><br />
Pulpa itu apa sih?<br />
Dalam gigi terdapat kamar pulpa, Pulpa adalah jaringan lunak yang terdiri dari pembuluh darah dan saraf, yang menyuplai oksigen dan nutrisi untuk gigi, serta berperan dalam menghasilkan kepekaan gigi. Fungsi utama pulpa adalah mengatur pertumbuhan dan perkembangan gigi. Pulpa terletak memanjang dari atap kamar pulpa sampai ujung saluran akar.<br />
Kamar pulpa adalah suatu ruang dalam gigi yang letaknya di antara dasar kamar pulpa dan atap pulpa, dan bentuknya sesuai dengan bentuk luar dari mahkota gigi baik dilihat dari arah depan maupun samping. Dengan bertambahnya usia seseorang, kamar pulpa akan semakin menyempit. Apabila sudah terjadi penyempitan kamar pulpa, pembukaan kamar pulpa (tahap pertama pada PSA) akan menjadi semakin sulit.<br />
Dalam akar terdapat saluran akar yang merupakan &#8220;rumah&#8221; dari pulpa di bagian akar. Puncak dari saluran akar disebut orifis. Saluran akar membentang dari orifis sampai ujung akar. Pada umumnya saluran akar bentuknya selalu membengkok. Pembengkokan saluran akar sering tidak diketahui/ terlihat pada hasil roentgen karena gambaran roentgen adalah gambar dua dimensi sehingga keakuratannya tidaklah sempurna. Misalnya, saluran akar gigi geraham bengkok ke arah lidah. Roentgen diambil dari arah luar (pipi), maka pada hasil roentgen terlihat seolah-olah saluran akar lurus, bukan? Kebengkokannya baru akan terlihat bila roentgen diambil dari arah depan/ muka, namun hal ini tidaklah mungkin dilakukan, karena hasilnya akan menjadi gambar gigi yang tumpang tindih.</p>
<p><a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/teeth.jpg" title="teeth.jpg"><img src="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/teeth.jpg?w=198&#038;h=239" alt="teeth.jpg" align="left" height="239" width="198" /></a><br />
Mengapa harus PSA?</p>
<p>Pulpa dalam gigi sewaktu-waktu dapat terkena infeksi atau radang. Pemicu hal ini antara lain lubang yang sudah dalam, proses lubang yang berlanjut di bawah tambalan, kebiasaan mengerot-ngerot saat tidur (bruxisme), perokok (menurut penelitian lebih sering menderita masalah pada gigi yang membutuhkan penanganan berupa PSA), peradangan gusi parah, tindakan penambalan yang berulang-ulang pada gigi, &#8220;crack&#8221; atau keretakan pada gigi, serta trauma (misalnya gigi terbentur karena kecelakaan).<br />
Walaupun secara visual tidak terdapat kerusakan (misalkan pada &#8220;crack&#8221; yang halus), namun hal-hal di atas dapat menghancurkan lapisan pelindung pulpa sehingga bakteri dapat masuk. Bakteri kemudian dapat keluar dari ujung akar dan menimbulkan infeksi pada tulang dan gusi di sekitar akar gigi. Bila pulpa yang telah terinfeksi tidak diobati maka dapat menimbulkan sakit dan akan terbentuk nanah.</p>
<p>PSA dibutuhkan karena dapat membuang pulpa dan bakteri yang menyebabkan infeksi, sehingga tulang di sekitar gigi dapat sehat kembali dan sakit gigi pun hilang.<br />
Gejala-gejala gigi yang membutuhkan perawatan yaitu: sakit sepanjang waktu, selalu sensitif terhadap panas atau dingin, sakit saat mengunyah atau bila disentuh, gigi goyang, gusi bengkak, diskolorasi (perubahan warna) gigi, pipi bengkak dan adanya jerawat kecil berwarna putih di gusi yang mengeluarkan nanah. Bagaimana pun, terkadang ada juga kasus yang tidak terdapat gejala-gejala tersebut sama sekali.<br />
Bila satu atau lebih gejala tersebut terjadi pada anda, bisa jadi anda membutuhkan perawatan saluran akar.<br />
Pencabutan belum tentu menyelesaikan masalah<br />
Bila gigi yang sakit dicabut, gigi-gigi di sebelahnya akan bergeser sehingga mengganggu gigitan dan pengunyahan. Gigi yang hilang bisa saja diganti dengan gigi palsu, tapi rasanya tidak akan bisa senyaman gigi asli, khususnya saat dipakai menggigit dan mengunyah makanan.</p>
<p>Perawatan saluran akar adalah perawatan yang dilakukan dengan mengangkat jaringan pulpa yang telah terinfeksi dari kamar pulpa dan saluran akar, kemudian diisi padat oleh bahan pengisi saluran akar agar tidak terjadi kelainan lebih lanjut atau infeksi ulang. Tujuannya adalah untuk mempertahankan gigi selama mungkin di dalam rahang, sehingga fungsi dan bentuk lengkung gigi tetap baik.</p>
<p>Perawatan saluran akar membutuhkan ketelatenan sehingga seringkali membutuhkan lebih dari 1 kunjungan, bervariasi tergantung kasusnya. Tahapan PSA adalah sebagai berikut:<br />
-    Tahap 1<br />
<a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/patientendo4.jpg" title="patientendo4.jpg"><img src="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/patientendo4.jpg?w=243&#038;h=170" alt="patientendo4.jpg" align="left" height="170" width="243" /></a></p>
<p>Mahkota gigi di-bur untuk mendapatkan jalan masuk ke kamar pulpa. Semua tambalan dan jaringan rusak pada gigi (karies) dibuang.</p>
<p>-    Tahap 2<br />
<a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/rc06.jpg" title="rc06.jpg"><img src="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/rc06.jpg?w=142&#038;h=185" alt="rc06.jpg" align="left" height="185" width="142" /></a><br />
Pulpa dikeluarkan dari kamar pulpa dan saluran akar. Suatu instrumen kecil yang disebut &#8220;file&#8221; digunakan untuk membersihkan saluran akar. Gigi ditutup dengan tambalan sementara untuk melindungi kamar pulpa dan saluran akar agar tetap bersih. Tambalan sementara akan dibongkar pada kunjungan selanjutnya.<br />
-    Tahap 3</p>
<p>Saluran akar diisi dan dibuat kedap dengan suatu bahan yang mencegah bakteri masuk. Kamar pulpa sampai dengan permukaan mahkota gigi ditutup dengan tambalan sementara.</p>
<p>-    Tahap 4</p>
<p><a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/patientendo6.jpg" title="patientendo6.jpg"><img src="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/patientendo6.jpg?w=281&#038;h=216" alt="patientendo6.jpg" align="left" height="216" width="281" /></a><br />
Tambalan sementara dibongkar dan diganti dengan tambalan tetap atau dibuatkan &#8220;crown&#8221; (sarung gigi).</p>
<p>-    Tahap 5<br />
Saluran akar, tambalan tetap, atau &#8220;crown&#8221; dievaluasi untuk melihat ada/ tidaknya masalah. Setelah PSA selesai, gigi akan disuplai nutrisinya oleh tulang dan gusi di sekitarnya.</p>
<p><a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/gabby.jpg" title="gabby.jpg"><img src="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/gabby.jpg?w=239&#038;h=192" alt="gabby.jpg" height="192" width="239" /></a></p>
<p>Dalam masa Perawatan Saluran Akar (PSA) gigi, adakalanya gigi mengalami rasa sakit, bisa karena saraf pulpa belum seluruhnya mati, bisa juga karena pembersihan yang belum selesai. Bila gigi mempunyai akar yang bengkok, maka tingkat kesulitan pembersihan saluran akar lebih tinggi daripada saluran akar yang normal lurus. Belum lagi bila saluran akar utama mempunyai cabang-cabang. Oleh karena itu PSA kadang bisa gagal karena faktor-faktor di atas.<br />
Jadi, bila anda merasa malas untuk bolak-balik menjalani PSA dan mempertimbangkan faktor kegagalannya, boleh saja si gigi durhaka dicabut. Namun hal penting yang harus diingat, gigi yang sudah &#8220;wafat&#8221; harus segera dibuatkan gigi palsu agar gigi-gigi di sebelahnya tidak bergeser.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dokterandhesti.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dokterandhesti.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dokterandhesti.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dokterandhesti.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dokterandhesti.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dokterandhesti.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dokterandhesti.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dokterandhesti.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dokterandhesti.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dokterandhesti.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dokterandhesti.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dokterandhesti.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dokterandhesti.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dokterandhesti.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dokterandhesti.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dokterandhesti.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterandhesti.wordpress.com&amp;blog=2804874&amp;post=19&amp;subd=dokterandhesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/03/19/cabut-gigi-pikir-pikir-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/97f12151b3ae81331451eb4389831ec5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eftianto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/hi-res.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hi-res.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/patientendo1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">patientendo1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/teeth.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">teeth.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/patientendo4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">patientendo4.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/rc06.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rc06.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/patientendo6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">patientendo6.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/03/gabby.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gabby.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BRUKSISME – Sonata Malam yang Memilukan Hati</title>
		<link>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/02/08/bruksisme-%e2%80%93-sonata-malam-yang-memilukan-hati/</link>
		<comments>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/02/08/bruksisme-%e2%80%93-sonata-malam-yang-memilukan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 10:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eftianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[TENTANG GIGI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dokterandhesti.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini ditulis Dokter Desti untuk majalah POLISI edisi Januari 2008 Vina yang baru 1 minggu menikah dengan Rudi, selalu terlihat kusut saat tiba di kantor. Usut punya usut, saat ditanya apa yang membuatnya begitu kusut, jawabnya adalah Vina baru mengetahui rahasia suaminya di tempat tidur. Rahasia apakah yang dimaksud? Saat tidur ternyata suaminya mengeluarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterandhesti.wordpress.com&amp;blog=2804874&amp;post=9&amp;subd=dokterandhesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini ditulis Dokter Desti untuk majalah POLISI edisi Januari 2008</p>
<p><a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/brux.jpg" title="brux.jpg"><img src="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/brux.jpg?w=450" alt="brux.jpg" /></a></p>
<address>Vina yang baru 1 minggu menikah dengan Rudi, selalu terlihat kusut saat tiba di kantor. Usut punya usut, saat ditanya apa yang membuatnya begitu kusut, jawabnya adalah Vina baru mengetahui rahasia suaminya di tempat tidur. Rahasia apakah yang dimaksud? Saat tidur ternyata suaminya mengeluarkan bunyi &#8220;kreot-kreot&#8221; dari gigi-giginya yang begitu memilukan dan sangat mengganggu tidur Vina yang belum lagi nyenyak. Oalah&#8230;.</address>
<address> </address>
<address>Apakah yang dialami oleh Rudi? Kelainan tersebut bernama bruksisme. Bruksisme adalah kebiasaan buruk berupa menggertakkan gigi, menggeser-geserkan gigi atau mengatupkan gigi geligi atas dan bawah dengan tekanan yang besar. Kebiasaan ini biasanya dilakukan saat tidur, namun ada juga yang mengalaminya pada siang hari. Kapan pun munculnya, kebiasaan itu merupakan kebiasaan yang tidak disadari. Kebiasaan ini tidak mengganggu pelakunya, tetapi justru mengganggu teman tidurnya karena bunyi yang dihasilkan cukup keras. Penderita bruksisme baru menyadarinya setelah teman tidurnya memberi tahu atau dokter giginya menemukan kelainan-kelainan dalam rongga mulutnya. <span id="more-9"></span>Bruksisme juga dapat terjadi pada anak-anak, namun biasanya menghilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak. Kebiasaan ini terjadi pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu ketika mimpi sedang berlangsung. Ada juga pendapat lain yang menyebutkan kebiasaan ini terjadi saat peralihan dari tidur yang dalam ke tidur yang ringan.Penyebab bruksisme belum diketahui secara pasti. Namun penyebab yang paling sering ditemukan adalah faktor emosional, seperti stres di siang hari, perasaan gemas, kecemasan, kemarahan, rasa sakit dan frustrasi. Selain itu, faktor keturunan, oklusi (cara gigi geligi rahang atas dan bawah mengatup) yang tidak normal dan gigi ompong juga diduga menyebabkan bruksisme. Selain faktor-faktor penyebab di atas, bruksisme akan diperparah jika penderitanya mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu.Bruksisme dapat memicu banyak masalah secara langsung maupun tidak langsung. Gerakan grinding (menggeser-geser gigi) dapat menyebabkan gigi sakit atau goyang, bahkan lepas. Gerakan ini sedikit demi sedikit mengikis gigi, menyebabkan permukaan gigi menjadi aus dan merusak lapisan email.Berikut ini proses kerusakan yang disebabkan oleh bruksisme. Ketika kita mengunyah makanan, tekanan yang ditimbulkan oleh gesekan gigi-geligi atas dan bawah diserap oleh makanan. Dalam keadaan tidak sadar, gerakan rahang pada penderita bruksisme menimbulkan tekanan yang jauh lebih besar daripada ketika mengunyah makanan. Seluruh tekanan yang terjadi diserap oleh gigi geligi dan jaringan penyangganya (gusi dan tulang di sekitar gigi). Tekanan yang terjadi lebih kurang 10 kali tekanan mengunyah normal. Dengan demikian bisa dibayangkan besarnya beban yang ditanggung oleh gigi-geligi dan jaringan penyangganya.</p>
<p><b>Apakah anda penderita bruksisme</b>? Kenali tanda-tandanya di dalam mulut.</p>
<p>Gigi-gigi belakang pada penderita bruksisme mempunyai permukaan kunyah yang datar sehingga tidak memungkinkan lagi dipakai untuk mengunyah atau menghaluskan makanan.  Di leher gigi (daerah perbatasan mahkota dan akar gigi) terbentuk cekungan. Cekungan ini terjadi karena email di bagian leher gigi tipis sehingga patah ketika mendapat tekanan berlebihan. Tanda ini sering disalah- tafsirkan sebagai akibat tekanan yang terlalu kuat saat menyikat gigi.</p>
<p>Walaupun tanda-tanda bruksisme bisa ditemukan dalam mulut, namun seringkali penderita bruksisme tidak menyadari adanya kelainan tersebut, karena tanda-tanda klinis tersebut biasanya tidak menimbulkan keluhan yang berarti. Penderita bruksisme memerlukan waktu bertahun-tahun untuk merasakan gangguan pada dirinya sendiri. Gejalanya dapat berupa rasa sakit dan lemas pada rahang bawah atau wajah ketika bangun tidur. Ada juga yang mengeluhkan rasa sakit kepala, sakit pada sendi rahang atau telinga pada pagi hari. Gigi menjadi sensitif terhadap dingin, tekanan, dan rangsangan lain. Pada tingkat lebih lanjut, gigi bisa goyang bahkan lepas dari soket (kantung tempat gigi pada gusi). Dengan kata lain, bruksisme bekerja perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, sampai akhirnya anda merasakan gejala yang disebutkan di atas dan gigi anda mengalami kerusakan permanen.</p>
</address>
<h1>PERAWATAN</h1>
<p>Saat ini, tidak ada satu metode pun yang secara permanen dapat menghilangkan bruksisme. Namun, terdapat beberapa cara yang dapat mengurangi bruksisme.</p>
<ol>
<li><i>Occlusal adjustment </i></li>
</ol>
<p>Perawatan yang paling mendasar seperti <i>occlusal adjustment</i> (mengasah bagian-bagian gigi yang terlalu tinggi atau terasa mengganjal) dapat mengurangi efek buruk bruksisme, namun cara ini tidak menghentikan kebiasaan bruksisme tersebut.</p>
<p>2. <i>Biofeedback</i></p>
<p>Cara yang efektif pada orang yang melakukan kebiasaan buruk tersebut pada saat terjaga adalah alat <i>biofeedback. </i>Alat ini menggunakan elektroda yang ditempelkan di permukaan otot masseter (salah satu otot pengunyahan). Aktivitas dari otot ini akan diubah menjadi suara dan diperkuat lalu diukur dengan satuan meter. Dengan cara ini, pasien dapat mengetahui level dari aktivitas otot yang dimilikinya (biasanya meningkat tanpa disadari), kemudian diberikan instruksi bagaimana cara menguranginya. Metode standar yang sering dilakukan adalah relaksasi otot pengunyahan hingga mencapai level yang paling aman. Metode ini dilakukan di klinik hingga 6-8 kali latihanselama kira-kira 20 menit sehingga dapat meningkatkan kepekaan pasien dalam memperkirakan level aktivitas otot yang terlalu kuat. Kemudian, metode relaksasi yang telah dipelajari di klinik mulai dipraktekkan setiap hari di lingkungan masing-masing walau tanpa peralatan <i>biofeedback</i>.</p>
<p>Selain peralatan yang terdapat di klinik tersebut, terdapat juga alat <i>portable biofeedback. </i>Alat ini berbentuk seperti <i>walkman</i> dan digunakan sehari-hari. Alat tersebut menghasilkan suara apabila mendeteksi adanya peningkatan aktivitas otot masseter atau temporalis yang dapat menimbulkan bruksisme.</p>
<address> </address>
<p>   <a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/brux2.jpg" title="brux2.jpg"><img src="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/brux2.jpg?w=450" alt="brux2.jpg" /></a></p>
<p><i>3.    </i><i>Mouth guard</i></p>
<p>Pada bruksisme yang terjadi saat tidur, lebih efektif bila menggunakan <i>mouth guard</i>. <i>Mouth guard</i> atau <i>mouth protector</i> adalah suatu alat dari plastik yang mencegah  beradunya gigi-gigi atas dengan gigi-gigi bawah saat tidur. Ada juga yang berbentuk plat yang menutupi permukaan kunyah seluruh gigi, untuk mengurangi besarnya tekanan akibat bruksisme terhadap gigi-geligi yang dilindungi. Plat ini tentu saja tidak akan menghilangkan kebiasaan menggertakkan gigi. <i>Mouth guard</i> ada yang buatan pabrik (bentuk standar) dan ada yang <i>custom-made, </i>dibuat sesuai bentuk masing-masing rahang dan berbeda-beda pada setiap orang. Semua tipe memiliki fungsi sama yaitu melindungi gigi, namun bervariasi dalam kenyamanan dan harga.</p>
<p><a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/brux3.jpg" title="brux3.jpg"><img src="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/brux3.jpg?w=437&#038;h=364" alt="brux3.jpg" height="364" width="437" /></a></p>
<p><i>Mouth guard</i> terbuat dari bahan yang tidak mudah sobek, dan nyaman saat dipakai. Bentuknya pas menutupi gigi-gigi yang dilindunginya, mudah dibersihkan, dan tidak mengganggu saat bicara atau bernapas. Umumnya mouthguard dibuat hanya pada rahang atas, namun pada kasus tertentu bisa saja dibuatkan pada rahang bawah. Dokter gigi anda akan menentukan yang mana yang lebih cocok pada kasus anda.</p>
<p>Cara merawat <i>mouthguard</i> sangat mudah. Sebelum dan sesudah pemakaian, bilas dengan menggunakan air dingin atau obat kumur. Sesekali bersihkan mouthguard dengan menggunakan air sabun kemudian bilas sampai bersih. Tempatkan mouthguard dalam tempat khusus (biasanya juga direkomendasikan oleh dokter gigi untuk menyimpan gigi palsu atau kawat gigi lepasan), yang memiliki lubang kecil untuk sirkulasi udara supaya mouthguard tidak lembab dan cepat rusak. Untuk menghindari perubahan bentuk atau pemuaian mouthguard, hindari suhu panas, termasuk air panas, permukaan yang panas atau sinar matahari langsung.</p>
<p>Seiring dengan lamanya pemakaian, <i>mouthguard</i> akan menjadi aus, sehingga tidak efektif lagi. Bila mouthguard sudah berlubang, sobek atau longgar, alat ini tidak lagi berguna, justru dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan gusi di sekelilingnya. Cek kondisi <i>mouthguard</i> secara teratur dan bila sudah tidak memadai gantilah dengan yang baru.</p>
<p>4. Manajemen stres</p>
<p>Bila penyebab bruxism anda adalah stres, maka anda harus mencari cara untuk menenangkan diri! Fisioterapi, obat penenang otot, konsultasi dan latihan secara teratur dapat mengurangi ketegangan.</p>
<p>Tips-tips berikut ini dapat membantu mencegah terulangnya bruksisme:</p>
<ol>
<li>Untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut,      tempatkan memo-memo kecil di dalam rumah, atau coba mengucapkan berkali-kali      kalimat yang dapat menenangkan anda</li>
<li>Untuk menenangkan otot-otot yang tegang, tempelkan      kain atau handuk hangat pada daerah tersebut</li>
<li>Untuk mengurangi stres, kurangi mengkonsumsi kafein,      mandilah dengan air hangat dan manjakan diri anda sendiri</li>
</ol>
<p>Bila kerusakan sudah terlanjur terjadi, anda tidak perlu khawatir.  Gigi yang sudah aus dapat dibentuk kembali dengan pemasangan <i>crown</i> (sarung gigi) atau dengan penambalan.</p>
<p>Jadi, apakah anda termasuk salah satu penderita bruksisme? Bila anda sering merasakan sakit di sekitar wajah, otot wajah terasa pegal, maka anda membutuhkan bantuan ahli. Konsultasikan pada dokter gigi anda untuk mengetahui apakah keluhan tersebut disebabkan bruxism.</p>
<p>Drg. Andhesti Nurvanita</p>
<p>LADOKGI TNI AL R. E. Martadinata</p>
<p><a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/brux2.jpg" title="brux2.jpg"></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dokterandhesti.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dokterandhesti.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dokterandhesti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dokterandhesti.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dokterandhesti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dokterandhesti.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dokterandhesti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dokterandhesti.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dokterandhesti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dokterandhesti.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dokterandhesti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dokterandhesti.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dokterandhesti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dokterandhesti.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dokterandhesti.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dokterandhesti.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterandhesti.wordpress.com&amp;blog=2804874&amp;post=9&amp;subd=dokterandhesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/02/08/bruksisme-%e2%80%93-sonata-malam-yang-memilukan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/97f12151b3ae81331451eb4389831ec5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eftianto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/brux.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">brux.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/brux2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">brux2.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/brux3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">brux3.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUMIS BROKOLI SEAFOOD</title>
		<link>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/02/07/tumis-brokoli-seafood/</link>
		<comments>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/02/07/tumis-brokoli-seafood/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 10:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eftianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[KOLEKSI MENU SAUS TERRIYAKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dokterandhesti.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[(porsi 5-6 orang) Bahan: 10 gr brokoli, potong kecil per kuntum 100 gr cumi, bersihkan, potong dankerat-kerat 10 buah bakso ikan, belah dua 50 gr jamur shitake segar, iris tipis ½ buah bawang bombay, iris tipis 50 ml air 1 sdm minyak goreng Bumbu: 2 siung bawang putih 3 sdm (1sachet) SAORI Saus Teriyaki Cara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterandhesti.wordpress.com&amp;blog=2804874&amp;post=17&amp;subd=dokterandhesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/tumis.jpg" title="tumis.jpg"><img src="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/tumis.jpg?w=450" alt="tumis.jpg" /></a></h2>
<p>(porsi 5-6 orang)</p>
<p>Bahan:</p>
<p>10 gr brokoli, potong kecil per kuntum</p>
<p>100 gr cumi, bersihkan, potong dankerat-kerat</p>
<p>10 buah bakso ikan, belah dua</p>
<p>50 gr jamur shitake segar, iris tipis</p>
<p>½ buah bawang bombay, iris tipis</p>
<p>50 ml air</p>
<p>1 sdm minyak goreng</p>
<p><span id="more-17"></span></p>
<p>Bumbu:</p>
<p>2 siung bawang putih</p>
<p>3 sdm (1sachet) SAORI Saus Teriyaki</p>
<p>Cara membuat:</p>
<ol>
<li>Panaskan minyak goreng, tumis bawang bombay dan      bawang putih hingga harum</li>
<li>Masukkan cumi, masak hingga berubah warna</li>
<li>Tambahkan bakso, brokoli dan jamur shitake. Aduk rata</li>
<li>Masukkan SAORI Saus Teriyaki dan air. Masak hingga      matang</li>
<li>Angkat dan sajikan.</li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dokterandhesti.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dokterandhesti.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dokterandhesti.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dokterandhesti.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dokterandhesti.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dokterandhesti.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dokterandhesti.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dokterandhesti.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dokterandhesti.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dokterandhesti.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dokterandhesti.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dokterandhesti.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dokterandhesti.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dokterandhesti.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dokterandhesti.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dokterandhesti.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterandhesti.wordpress.com&amp;blog=2804874&amp;post=17&amp;subd=dokterandhesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/02/07/tumis-brokoli-seafood/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/97f12151b3ae81331451eb4389831ec5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eftianto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/tumis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tumis.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUMIS BUNGA PEPAYA</title>
		<link>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/02/07/tumis-bunga-pepaya/</link>
		<comments>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/02/07/tumis-bunga-pepaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 10:41:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eftianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[KOLEKSI MENU SAUS TERRIYAKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dokterandhesti.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[(porsi 6-8 orang) Bahan: 100 gr bunga pepaya, rebus lalu tiriskan 200 gr ikan tongkol,goring lalu suwir 50 gr daun kemangi 2 sdm minyak goreng Bumbu: 3 lembar daun jeruk 2 lembar daun pandan 1 batang serai 80 ml(2 sachet) SAORI Saus Teriyaki Bumbu halus: 5 siung bawang merah 3 siung bawang putih 10 buah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterandhesti.wordpress.com&amp;blog=2804874&amp;post=15&amp;subd=dokterandhesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<p>(porsi 6-8 orang)</p>
<p><a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/bungapepaya.jpg" title="bungapepaya.jpg"><img src="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/bungapepaya.jpg?w=450" alt="bungapepaya.jpg" /></a></p>
<p>Bahan:</p>
<p>100 gr bunga pepaya, rebus lalu tiriskan</p>
<p>200 gr ikan tongkol,goring lalu suwir</p>
<p>50 gr daun kemangi</p>
<p>2 sdm minyak goreng</p>
<p>Bumbu:</p>
<p>3 lembar daun jeruk</p>
<p>2 lembar daun pandan</p>
<p>1 batang serai</p>
<p>80 ml(2 sachet) SAORI Saus Teriyaki</p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<p>Bumbu halus:</p>
<p>5 siung bawang merah</p>
<p>3 siung bawang putih</p>
<p>10 buah cabe rawit merah</p>
<p>8 buah cabe hijau</p>
<p>1 cm jahe</p>
<p>Cara membuat:</p>
<ol>
<li>Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus, daun      jeruk, daun pandan dan serai hingga harum</li>
<li>Tambahkan ikan tongkol, bunga pepaya dan daun      kemangi. Aduk rata</li>
<li>Masukkan SAORI Saus Teriyaki. Masak hingga matang</li>
<li>Angkat dan sajikan.</li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dokterandhesti.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dokterandhesti.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dokterandhesti.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dokterandhesti.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dokterandhesti.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dokterandhesti.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dokterandhesti.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dokterandhesti.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dokterandhesti.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dokterandhesti.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dokterandhesti.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dokterandhesti.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dokterandhesti.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dokterandhesti.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dokterandhesti.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dokterandhesti.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterandhesti.wordpress.com&amp;blog=2804874&amp;post=15&amp;subd=dokterandhesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/02/07/tumis-bunga-pepaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/97f12151b3ae81331451eb4389831ec5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eftianto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/bungapepaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bungapepaya.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AYAM KULUYUK</title>
		<link>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/02/07/ayam-kuluyuk/</link>
		<comments>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/02/07/ayam-kuluyuk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 10:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eftianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[KOLEKSI MENU SAUS TERRIYAKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dokterandhesti.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[(porsi 4-5 orang) Bahan: 300 gr fillet ayam, potong dadu 2 cm 100 gr tepung terigu 50 gr nanas,iris segitiga kecil ½ buah bawang bombay, potong dadu 2cm ¼ buah paprika merah,iris tipis memanjang ¼ buah paprika hijau, iris tipis memanjang 1 butir telur ayam, kocok lepas 1 sdm tepung maizena, larutkan 200 ml air [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterandhesti.wordpress.com&amp;blog=2804874&amp;post=13&amp;subd=dokterandhesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">(porsi 4-5 orang)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/v-ayamkuluyuk.jpg" title="v-ayamkuluyuk.jpg"><img src="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/v-ayamkuluyuk.jpg?w=347&#038;h=232" alt="v-ayamkuluyuk.jpg" height="232" width="347" /></a></p>
<p>Bahan:</p>
<p>300 gr fillet ayam, potong dadu 2 cm</p>
<p>100 gr tepung terigu</p>
<p>50 gr nanas,iris segitiga kecil</p>
<p>½ buah bawang bombay, potong dadu 2cm</p>
<p>¼ buah paprika merah,iris tipis memanjang</p>
<p>¼ buah paprika hijau, iris tipis memanjang</p>
<p>1 butir telur ayam, kocok lepas</p>
<p>1 sdm tepung maizena, larutkan</p>
<p>200 ml air (1gelas)</p>
<p>Minyak goreng secukupnya</p>
<p><span id="more-13"></span></p>
<p>Bumbu:</p>
<p>6 sdm (2 sachet) SAORI Saus teriyaki</p>
<p>3 sdm saus tomat</p>
<p>1 sdt kecap asin</p>
<p>1 sdt air jeruk nipis</p>
<p>1 sdt merica</p>
<p>Cara membuat:</p>
<ol>
<li>Celupkan ayam ke dalam telur, gulingkan pada tepung      terigu hingga merata. Goreng dalam minyak panas hingga matang, sisihkan.</li>
<li>Panaskan minyak goreng, tumis bawang Bombay hingga      harum</li>
<li>Masukkan SAORI Saus Teriyaki, nanas dan paprika, aduk      rata</li>
<li>Tambahkan merica, saus tomat dan air, aduk rata</li>
<li>Masukkan ayam yang telah digoreng, aduk sebentar</li>
<li>Tambahkan kecap asin, air jeruk nipis dan tepung      maizena. Masak hingga mengental</li>
<li>Angkat dan sajikan.</li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dokterandhesti.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dokterandhesti.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dokterandhesti.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dokterandhesti.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dokterandhesti.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dokterandhesti.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dokterandhesti.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dokterandhesti.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dokterandhesti.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dokterandhesti.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dokterandhesti.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dokterandhesti.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dokterandhesti.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dokterandhesti.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dokterandhesti.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dokterandhesti.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dokterandhesti.wordpress.com&amp;blog=2804874&amp;post=13&amp;subd=dokterandhesti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dokterandhesti.wordpress.com/2008/02/07/ayam-kuluyuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/97f12151b3ae81331451eb4389831ec5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eftianto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dokterandhesti.files.wordpress.com/2008/02/v-ayamkuluyuk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">v-ayamkuluyuk.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
